Ahli

Username
Kata laluan
Remember Me

Biografi/Berita Artis

Showcase Native Deen di UIA, Gombak

Disiarkan: Feb 22, 2012 oleh huda Filed under: Biografi/Berita Artis Native Deen
Native Deen merupakan kumpulan nasyid terkenal di Amerika yang mempersembahkan nasyid-nasyid berentak hip-hop dan R&B. Kumpulan ini dianggotai Joshua Salaam, Abdul Malik Ahmad dan Naeem Muhammad.

Pada 25 Februari 2012 ini, Native Deen akan membuat showcase pertama mereka di Malaysia.



Showcase Native Deen – My Faith My Voice

Tarikh : Sabtu, 25 Februari 2012
Tempat : Cultural Activity Centre International Islamic University Malaysia
Masa : 8 – 10 Malam
 
Dapatkan tiket di www.tickethotline.com



Biografi Shoutul Harokah

Disiarkan: Dec 7, 2009 oleh huda Filed under: Biografi/Berita Artis Shoutul Harokah


ShouHAR bediri di Bandung pada tanggal 31 Desember 2001 dibentuk atas dasar keinginan untuk menjadikan nasyid sebagai sarana penyebaran da’wah islam dan penyemangat para aktivis da’wah di seluruh penjuru dunia. 
ShouHAR dirintis oleh para aktivis da’wah di Indonesia seperti Muhammad Taufik Ridlo, Lc., M.Dipl.Ec aktivis da’wah yang merupakan alumnus timur tengah juga pakar ekonomi syariah, Hilman Rosyad Syihab, Lc aktivis da’wah juga alumnus timur tengah yg mengambil keilmuan dibidang syariah, Rikrik Hartadi, Ridwan Solichin, Cecep D Hidayat, Raden Candra, Asep Irawan merupakan aktivis da’wah kampus dan sekolah ada juga Umar Rakhmatullah, Andhika (Drummer) juga personil ShouHAR yang sama merintis tim nasyid ini namun karena kesibukannya mereka tidak lagi bergabung di tim nasyid ini. Untuk posisi Drummer selanjutnya di isi oleh 2 orang pemuda yang memiliki background musik yg sarat pengalaman yaitu Bakti Prawira dan Raphael Prapanca.

Sudah 5 Album dan 1 Single Album direlease oleh ShouHAR selama 9 tahun berkiprah dibelantika dunia nasyid nusantara ini, Album pertama adalah “Derap Keadilan” (2003), Album “Tak Kenal Henti” (2005), Album “Ini Langkahku” (2006), Album “Bangkitlah Negeriku Harapan Itu Masih Ada” (2008), Album Kumpulan Nasyid Arab (2009) dan Album Single “Mars Wanita Keadilan” (2009)

Tampil diberbagai event nasional atau international dan perhelatan-perhelatan nasyid sudah tidak bisa dihitung, karena hampir bisa dipastikan jika ada event-event besar maka ShouHAR senantiasa diundang apalagi jika ada tema-tema tentang kemanusiaan dan perjuangan rakyat Palestina, berbagai daerah dinusantara pernah di sambangi ShouHAR untuk memberikan semangat da’wah melalui nasyid-nasyid perjuangannya yang merupakan ciri khas dari tim nasyid ini. Penghargaan yang pernah diperoleh ShouHAR adalah dari Kaukus Parlemen Palestina atas kepedulian ShouHAR dalam turut berpartisipasi membela Rakyat Palestina melalui karya-karyanya penghargaan tersebut disampaikan langsung oleh ketua Parlemen Palestina di Jakarta (2009), Di Indonesia ShouHAR menduduki tangga teratas dalam chart Ring Back Tone untuk kategori Religi Indie.


Sumber: shoutulharokah.com


Debu

Disiarkan: Dec 2, 2009 oleh huda Filed under: Biografi/Berita Artis Debu


Lahir di tengah situasi zaman yang telah melupakan nilai-nilai spiritual, DEBU berusaha mengisi kekurangan itu. Beda dengan kelompok lain, DEBU memiliki ciri khas yang mandiri. Lirik-liriknya sufistik, mistis, lahir dari kalbu yang mabuk cinta dan kerinduan pada Sang Khalik. Boleh dibilang lagu-lagu DEBU adalah syair asmara, kemesraan mendalam pada cinta Sang Pencipta.

Musik yang dimainkan DEBU kaya nuansa. Tak ada konsep tertentu yang mengikatnya, karena itu musik mereka amat bervariasi dan tidak membosankan. Di dalamnya ada dentam rebana yang kuat, yang lembut, ada lengkingan seruling yang menggugah?kadang-kadang irama mereka mengingatkan kita pada nuansa padang pasir, country, bahkan jazz dan world music. Satu yang sudah jelas: musik DEBU ini universal. Mereka bisa diterima di kalangan mana pun, kapan pun, di mana pun di seluruh dunia.

Bukan cuma suara indah dan merdu yang menjadi andalan mereka, tetapi juga kepiawaian memainkan alat musik. DEBU menggunakan beraneka alat musik dari belahan dunia yang berbeda. Santur dari Iran, misalnya, atau harpa, atau alat musik khas Irlandia, yaili tambur dari Turki, gendok-gendok dari Sulawesi Selatan digabungkan dengan harmonis bersama biola, bass dan berbagai jenis perkusi. Uniknya, bagi DEBU, kemampuan mereka bermain musik adalah wujud berkah dan rahmatullah...!

Yang terutama, bagi DEBU, musik adalah media dakwah dan syiar Islam, yang sanggup menggugah semangat dan kecintaan pada Ilahi, amat berbeda dengan jenis musik lain yang ada di dunia saat ini. Musik DEBU adalah zikir...cara yang indah dan artistik untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik.

Di tengah kegelisahan zaman, DEBU berharap musik yang mereka mainkan dapat menjadi setetes embun penyegar bagi semua golongan tanpa membedakan ras atau kelas. DEBU bukan kelompok eksklusif: ia hadir dalam keramahan semangat Islam. Musiknya memberi inspirasi yang lebih jauh daripada sekedar kenikmatan mendengar karena ia adalah zikir: berzikir bersama DEBU bisa dilakukan di mana pun, di mobil, di kantor, bahkan di dapur ketika memasak.

Ilham yang diterima oleh Syekh Fattaah yang menunjukkan Indonesia sebagai tempat yang harus dituju.

Memang sebagian besar dari DEBU berasal dari negeri Paman Sam, tetapi ada juga anggota yang berasal dari Swedia, Inggris dan, terakhir, bergabung juga anggota dari Indonesia. Keanekaragaman etnik yang menunjukkan keterbukaan pola pikir: itulah DEBU.

Dibimbing oleh Syekh Fattaah, seorang berasal dari Amerika Serikat, DEBU hijrah ke Indonesia sejak tahun 1999. Ini adalah perjalanan pencarian spiritual berdasar ilham yang diterima Sheyh Fattaah?suatu perjalanan dalam petunjuk Allah, Yang Maha Karim.

 

Yoyoh Rohmawati


Sumber: musikdebu.com



Page 1 of 4